Rabu, 13 April 2011

Ada Museum Kerinci di Malaysia




Ilustrasi


Laporan Wartawan Tribun Jambi, Edi Januar
SUNGAI PENUH, TRIBUNJAMBI.COM – Kabupaten Kerinci dan Malaysia bisa dibilang sangat akrab. Bahkan, menurut sejarahnya, sejak 1819 sudah banyak warga Kerinci yang merantau ke Tanah Seberang atau Semenanjaung Malaya, dan seterusnya mereka menunaikan ibadah haji dari sana.
Salah satu wujud persatuan warga Kerinci di Malaysia, memang ada wacana untuk mendirikan museum, yang nantinya akan dijadikan tempat berkumpulnya warga Kerinci, sekaligus menjadi wadah untuk mempromosikan kerinci.
Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Kerinci, Yusman, mengakui, museum tersebut dibangun oleh warga Kerinci. Saat ini museum tersebut sudah selesai dibangun. Warga Kerinci yang tinggal di sana meminta Bupati Kerinci, H Murasman meresmikan museum Kerinci tersebut. Tujuan didirikannya museum, adalah untuk mempromosikan kerinci,” jelas Yusman.
Saat ini, lanjutnya, Kepala Dinas Pariwisata Kerinci, Arlis Harun sedang berada di Malaysia, untuk melakukan koordinasi terkait peresmian tersebut.
Sementara itu, Bupati Kerinci, Murasman, sudah menyatakan kesediaannya untuk berkunjung kes ana. Meski demikian, hingga saat ini belum ada undangan secara lisan maupun tulisan dari warga kerinci yang tinggal disana.
Kalau memang betul ada acara di sana, kita akan usahakan datang. Hal ini dilakukan demi kelestarian budaya Kerinci yang ada di sana. Namun saat ini kita belum dapat undangan,” ungkap Murasman.
Hal senada juga dikatakan Ketua DPRD Kerinci, Liberty. Ia juga bersedia hadir untuk bertemu dengan warga Kerinci di Malaysia, jika ia juga diundang disana. Bahkan jika eksekutif mengajukan anggaran untuk membangun museum di sana, maka dewan siap menyetujui anggaran tersebut,” jelas Liberty.

"Duh! Museum Kerinci Dibangun di Malaysia"

JAMBI, KOMPAS.com--
Museum Kerinci yang dibangun di Kuala Lumpur dengan bantuan dana dari Pemerintah Malaysia akan diresmikan Bupati Kerinci Murasman, pekan depan. Dikhawatirkan, benda-benda bersejarah yang ada di Kabupaten Kerinci akan dibawa ke negeri jiran tersebut.
Pemerintah Kabupaten Kerinci telah mengirimkan sejumlah benda peninggalan budaya dan sejarah Kerinci untuk dipamerkan, seperti alat musik gong ketuk, rebana sikek, sandu sejenis seruling, dan gendang kerinci dari kayu surian.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, Arlis, Senin (11/4), mengatakan, Museum Kerinci dibangun di dalam kompleks Sekolah Kebangsaan di Kuala Lumpur. Pemerintah Kabupaten Kerinci telah mengirimkan sejumlah benda peninggalan budaya dan sejarah Kerinci untuk dipamerkan, seperti alat musik gong ketuk, rebana sikek, sandu (sejenis seruling), dan gendang kerinci dari kayu surian.
Selain itu, juga beragam jenis alat pertanian, seperti tangkai beliung untuk menebang kayu, luka belut (alat menangkap belut di sungai) dari bambu, dan jangki dari rotan (untuk menyimpan benda bawaan). Pemerintah Kabupaten Kerinci juga menyiapkan sejumlah naskah beraksara kuno serta berbagai jenis pakaian adat.
”Barang asli tetap disimpan di Kabupaten Kerinci, sedangkan di museum tersebut nantinya hanya duplikatnya,” kata Arlis.
Menurut Arlis, dalam peresmian pembukaan Museum Kerinci pekan depan akan ditampilkan sejumlah tarian asli Kabupaten Kerinci, seperti tari Ranggut, tari Pengobatan, dan Ngaji Adat. Museum akan diresmikan Bupati Kerinci Murasman dan disaksikan sejumlah pejabat Pemerintah Malaysia, termasuk Menteri Kebudayaan Malaysia.
Arlis menambahkan, keberadaan Museum Kerinci akan mempererat hubungan antara Kabupaten Kerinci dan Malaysia. Selama ini banyak warga Kerinci yang telah menjadi warga negara Malaysia rindu menyaksikan budaya khas Kerinci. ”Ada kedekatan budaya antara Kerinci dan Malaysia,” tuturnya.
Disesalkan
Ketua Harian Dewan Kesenian Jambi Naswan Iskandar menyayangkan tindakan Pemkab Kerinci yang sangat antusias menyiapkan Museum Kerinci di Malaysia. Padahal, hingga saat ini Kerinci belum memiliki museum di daerahnya sendiri.
”Itu namanya pemkab ceroboh. Kenapa tidak membangun museum sendiri, malah membantu pembangunannya di Malaysia?” kata Naswan.
Ia menduga keberadaan Museum Kerinci di Kuala Lumpur akan diikuti dengan diboyongnya benda-benda pusaka milik Kerinci. Ia juga mengkhawatirkan bakal adanya klaim budaya Kerinci oleh Malaysia.
Padahal, Kerinci selama ini dikenal memiliki budaya tertua di Jambi, serta memiliki kekayaan peninggalan bersejarah yang cukup lengkap. Salah satu peninggalan tersebut adalah naskah Melayu tertua berupa Kitab Undang-Undang Tanjung Tanah yang membuktikan bahwa peradaban setempat telah memiliki aksara dan sistem hukum sendiri setidaknya mulai abad XIV.
Selain itu, Kerinci juga memiliki bentuk budaya lainnya, seperti seni Tale (bersenandung) dan tradisi Kunoun (tutur). Ada juga pertunjukan seni budaya megalitik sastra mantra, pantun, seloko, penno, dan tambo.

Selasa, 12 April 2011

"PERMATA KERINCI "

Pantai Pasir Panjang Tanjung Tanah Permata yang Terlupakan

Azhari Baharuddin
Oleh : Azhari Baharuddin
Kabupaten Kerinci, memiliki potensi yang cukup membangakan dibidang pariwisata, baik itu wisata alam, wisata pantai, wisata budaya, dan wisata sejarah. Dari sekian banyak tempat wisata yang ada, hanya segelintir saja yang diketahui dan dikelola dengan baik, ada beberapa tempat hanya dikelola ala kadarnya. Memang begitulah kenyataannya, kita ambil contoh seperti Pantai Pasir Putih di Koto Petai, Danau Lingkat, Danau Gunung Tujuh, Air Hangat Semurup, Air terjun Putri Bungsu serta beberapa tempat lain yang mungkin tidak disebutkan diatas. Kalau dilihat kondisi daerah tersebut, tidak satupun memiliki managemen dan sistem pengelolaan yang baik, dan terkesan asal-asalan, baik itu dari sarana transportasi, sanitasi, keamanan dan lain-lain, yang sudah pasti berakibat kurang diminati oleh pecinta wisata, baik dari daerah sekitar, maupun dari daerah lainnya.
Pemandangan Pasir Panjang Dilihat dari Sakubon Tanjung Tanah

Pantai Pasir Panjang Tanjung Tanah
Keadaan tersebut diperparah dengan kurang pedulinya instansi pemerintah terhadap potensi yang ada, mereka bekerja sesuai kavling masing-masing, tidak perduli dengan bidang mereka apakah menyentuh atau tidak. Kalau dibandingkan dengan Kabupaten tetangga iaitu Pesisir Selatan. Pesisir Selatan juga memiliki panorama alam yang cukup cantik dan mempesona seperti kawasan wisata Mandeh yang oleh pemerintah pusat dimasukan dalam rencana induk pengembangan Pariwisata Nasional (Rippnas) yang mewakili kawasan barat Indonesia. Dengan banyaknya potensi wisata yang dimiliki Pessel maka Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan membuka diri dengan mengundang investor untuk menanamkan modalnya didaerah ini.  Justru pariwisatalah yang menjadi ikon kota tersebut, sehingga hampir seluruh warga Sumatera Barat berwisata kesana dan menjadi sumber pendapatan asli daerah yang cukup besar bagi pemerintah daerahnya.


Ombak Kecil di Pantai Pasir Panjang